Halaman

Jumat, 20 Maret 2020

KONSEP DASAR KOMPUTASI BESERTA IMPLEMENTASINYA ( TUGAS SOFTSKILL)


IMPLEMENTASI KOMPUTASI AWAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GOOGLE APP ENGINE (GAE) DAN AMAZON WEB SERVICES (AWS)

NAMA : YUDI KURNIATAMA
KELAS : 4IA04

PENDAHULUAN : KOMPUTASI AWAN (CLOUD COMPUTING)                 

Komputasi awan (cloud computing) pada dasarnya merupakan komputasi masa depan. Dengan difasilitasi oleh jaringan komputer global saat ini (Internet), komputasi awan akan semakin populer di masa-masa yang akan datang. Komputasi awan membuat investasi di bidang Teknologi Informasi akan menjadi semakin ‘murah’, karena layanan-layanan (services) tertentu bisa diperoleh dari vendor yang menyediakannya (SaaS-Software as a Service) tanpa organisasi/perusahaan harus mengembangkannya sendiri. Juga, dalam beberapa kasus, organisasi-organisasi/perusahaanperusahaan tidak perlu lagi menanamkan investasinya dalam bentuk perangkat-perangkat keras serta sistem-sistem operasi (termasuk di dalamnya server-server aplikasi dan server Web) yang mahal harganya, karena organisasi-organisasi/perusahaan-perusahaan cukup menyewanya saja dari berbagai vendor komputasi awan yang ada (dalam kasus seperti yang disebutkan terakhir ini, sebagian orang menyebutnya sebagai PaaS-Platform as a Service). Dalam kebanyakan kasus, organisasiorganisasi/perusahaan-perusahaan yang menggunakan fasilitas komputasi awan pada dasarnya tidak perlu lagi mengetahui dimana sesungguhnya layanan yang diperlukannya dilakukan/diproses, serta tidak perlu tahu lagi dimana data mereka disimpan, karena semuanya sudah diatur oleh vendor komputasi awan.

Google dan Amazon merupakan para pendahulu dari konsep komputasi awan ini dan diikuti oleh Salesforce. Setelah itu ‘pemain besar’ seperti Microsoft (dengan fasilitasnya yang dinamakan sebagai Microsoft Azure) juga ikut meramaikannya. Pada dasarnya, pusat-pusat pemrosesan dan pusat-pusat data (data center) untuk komputasi awan bisa berada di bagian mana saja di dunia ini dan terdiri dari berbagai jenis komputer (dari komputer besar [mainframe], komputer mini, hingga komputerkomputer pribadi [PC-Personal Computer]) yang berbeda, sehingga (dalam kebanyakan kasus) teknologi pemrosesan yang memungkinkan berbagai jenis komputer yang berbeda itu (dengan sistem operasi dan platform-nya yang beragam) dapat saling berkomunikasi adalah teknologi Web Service dan/atau teknologi-teknologi berkaitan dengan interoperabilitas antarsistem lainnya.
Kita, melalui tulisan ini, akan membahas secara sepintas implementasi layanan-layanan (services) yang disediakan oleh Google (dalam bentuk Google App Engine/GAE) dan Amazon (dalam bentuk Amazon Web Services/AWS), kemudian akan melihat kelebihan dan kekurangannya masing-masing.



IMPLEMENTASI KOMPUTASI AWAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GOOGLE APP ENGINE (GAE)
 Komputasi awan (cloud computing) menurut definisi Google adalah pusat data yang ada di luar komputer aplikasi klien. Tujuan utama dari Google berkontribusi dalam komputasi awan adalah untuk memanfaatkan sumberdaya komputer yang dimilikinya dalam jumlah yang sangat besar yang berjumlah jutaan komputer dan tersebar di seluruh dunia serta untuk mempercepat operasi-operasi yang dilakukan oleh aplikasi-aplikasi Web saat ini. Dalam hal ini, komputasi awan yang dikembangkan oleh Google pada dasarnya berada di seputar jaringan komputer raksasa yang bekerja untuk aplikasi-aplikasi utamanya seperti Google Search dan Google Mail (GMail).
Saat ini pihak Google melakukan pemantauan terhadap seluruh jaringan komputer yang dimilikinya serta juga melakukan pemantauan terhadap aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya. Dengan demikian, saat seorang pengguna memanfaatkan layanan komputasi awannya, Google dapat memantau lama waktu kerja CPU (Central Processing Unit) yang dilakukan untuk melakukan pemrosesan layanan itu, berapa kapasitas memori yang digunakannya, serta dapat menghitung kapasitas ruang penyimpanan (hardisk) yang digunakannya, sehingga kelak dapat menarik biaya sejumlah US$ tertentu pada penggunanya . Meski demikian, tidak sebarang aplikasi dapat berjalan di komputer-komputer milik Google yang membentuk jaringan komputasi awan itu. Agar dapat berjalan dengan baik, aplikasi-aplikasi harus dikembangkan menggunakan ‘aturan-aturan’ yang ditetapkan oleh Google. Aplikasi-aplikasi seperti itu dinamakan sebagai Google App Engine (GAE), dimana saat ini aplikasi-aplikasi jenis ini bisa ditulis dengan cara yang relatif mudah oleh para pemrogram komputer yang memahami bahasa pemrograman Java dan Phyton.
Dalam hal ini, Apps Engine Request yang dimilikinya menentukan jumlah permintaan (request) yang bisa ditangani oleh aplikasi. Jika kita menggunakan fasilitas berbayar, aplikasi kita diijinkan untuk menerima 500 permintaan perdetik (!) (suatu jumlah yang pada umumnya sudah sangat memadai). Demikian juga dengan DataStore yang disediakan. Kita bisa menggunakan fasilitas tidak berbayar (yang dapat digunakan untuk melakukan penyimpanan data terbatas sebanyak 1 GB/hari) atau berbayar (data yang disimpan tidak dibatasi) (Dalam hal ini, meskipun pengguna sesungguhnya tidak perlu secara rinci mendalaminya, kita perlu tau bahwa Google App Engine menggunakan sistem basis data non-relasional BigTable untuk data yang diletakkan di dalam sistemnya). Selanjutnya, Apps Engine Request juga, dengan komponen URL Fetch Service-nya, dapat berkomunikasi dengan aplikasi-aplikasi lainnya atau mengakses sumberdaya lainnya yang ada di Web dengan menggunakan URL (Uniform Resource Locator) yang dimiliki aplikasi/sumberdaya itu. Suatu aplikasi dapat menggunakan layanan ini untuk mengirim/menerima permintaan HTTP (Hypertext Transport Protocol) dan HTTPS (Hypertext Transport Protocol Secure) (tentu saja jumlahnya sesuai dengan jumlah dana dalam US$ yang kita tanamkan).

IMPLEMENTASI KOMPUTASI AWAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AMAZON WEB SERVICES (AWS)
Amazon.com sebelumnya lebih terkenal dengan toko buku on-line-nya. Meski demikian, beberapa tahun yang lalu (sekitar tahun 2005), Amazon mengembangkan dirinya menjadi AWS (Amazon Web Service) yang menyediakan layanan komputasi awan, dimana setiap fungsi yang ada di dalamnya bisa diakses dengan panggilan Web Service. Protokol-protokol Web Service yang digunakan adalah SOAP dan REST. Layanan-layanan di AWS dapat dimanfaatkan berdasarkan 1) Waktunya (waktu penggunaan CPU), 2) Volume (jumlah data yang ditransfer), 3) Perhitungan (jumlah antrian pesan [message]), serta 4) Waktu dan ruang (penggunaan ruang hardisk dalam periode waktu tertentu). Secara infrastruktur internal, AWS memiliki komponen-komponen sebagai berikut.
· Amazon S3 (Simple Storage Service). Digunakan untuk menyimpan data untuk penggunaan pribadi maupun umum. Dalam hal ini, ada 3 lokasi yang memungkinkan pemanfaatannya, yaitu di Amerika Serikat (termasuk California Utara), Eropa, serta Asia.
· Amazon Cloud Front. Digunakan untuk mendukung Amazon S3 agar bisa bekerja dengan lebih baik dan lebih cepat.
· Amazon SQS (Simple Queue Service). Digunakan untuk mendukung tercapainya pemrosesan AWS yang cepat dan tidak pernah mengalami kegagalan.
· Amazon SimpleDB. Digunakan untuk menyimpan data yang bersifat semi-terstruktur. Basis data yang digunakan (SimpleDB) tidak bersifat relasional, melainkan menyimpan data dalam bentuk pasangan nama/nilai (name/value) yang mirip dengan struktur denormalisasi pada sistem basis data relasional, demi meningkatkan kinerja query.
· Amazon RDS (Relational Database Service). Digunakan untuk mengelola data yang disimpan dalam sistem basis data MySQL. Jurnal Teknik Informatika/Volume01/No. xx/[Bulan] [Tahun] 6
· Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud). Digunakan sebagai infrastruktur (kapasitas pemrosesan, memori, dan ruang hardisk) yang menyediakan layanan (service) yang dibutuhkan oleh para pengguna
Konsep yang sangat penting dalam Amazon Web Service (AWS) adalah instance . Menggunakan suatu teknik yang dinamakan sebagai virtualisasi, para pengguna bisa melakukan pengembangan aplikasinya di atas berbagai perangkat keras dengan cara yang serupa dengan saat pengembangan aplikasi dilakukan pada sebuah mesin tunggal. Perangkat lunak virtualisasi memastikan bahwa masing-masing instance secara logika dapat saling berbagi waktu kerja CPU (Central Processing Unit) dan berbagi ruang memori dengan cara yang benar tanpa saling berinterferensi satu dengan lainnya. Dapat kita lihat melalui , setiap instance dengan waktu kerja tertentu serta alokasi RAM (Random Access Memory) tertentu mensyaratkan investasi sejumlah US$ tertentu. Sebagai catatan tambahan,
Pengembangan sistem dalam Amazon Web Service (AWS) –tepatnya Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud)- pada umumnya dilakukan berdasarkan metoda CBD (Component Based Development) dimana komponen-komponen yang ada dapat saling berkomunikasi dan bertukar data menggunakan suatu komponen perangkat lunak AWS yang bernama Amazon Simple Queue Service (SQS). Selanjutnya, sistem yang besar, yang menggunakan ruang penyimpanan berukuran besar, dapat melandaskan dirinya pada fasilitas yang ada di dalam Amazon Simple Storage Service (S3).

ANALISIS TENTANG IMPLEMENTASI KOMPUTASI AWAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GOOGLE APP ENGINE (GAE) DAN AMAZON WEB SERVICES (AWS)
Pada dasarnya, layanan komputasi awan yang diberikan oleh baik Google maupun Amazon memiliki banyak kesamaan. Baik Google maupun Amazon menawarkan penggunaan fasilitas komputasi awan kepada pengguna berdasarkan waktu kerja CPU, bandwith, serta berdasarkan ruang penyimpanan yang diperlukan oleh aplikasi pengguna. Perbedaannya yang berkaitan dengan penggunaan awalnya adalah bahwa Google App Engine (hingga penggunaan waktu kerja CPU sebesar 6,5 jam/hari) tidak mensyaratkan akun khusus (yang berbayar) untuk uji-coba, sementara Amazon EC2 (meskipun juga tidak mensyaratkan pengguna membayar uang sejumlah tertentu pada penggunaan uji coba) mensyaratkan akun khusus dengan harus menyebutkan cara pembayarannya. Dari sudutpandang penggunaan ruang tempat penyimpanan, Google juga lebih ‘murah hati’ dibandingkan dengan Amazon S3. Penggunaan ruang sampai 1 GB/bulan di Google masih gratis (meskipun di atas itu pengguna harus membayar sejumlah US$ tertentu). Bagaimana pun juga ini masih lebih baik daripada Amazon S3 yang mensyaratkan penggunaan kartu kredit sejak awal penggunaan ruang. Dari sudut pengembangan aplikasi, Google App Engine mensyaratkan pemahaman bahasa pemrograman Java dan Phyton, sementara Amazon lebih menekankan pada penggunaan bahasa pemrograman PHP dan Ruby (walaupun penggunaan Java secara relatif terbatas juga didukung). Dalam hal ini, mungkin ini salah satu kelemahan dari Google App Engine, yaitu bahwa struktur internal Google lebih banyak dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dengan platform Django (yang saat relatif kurang populer), sehingga agak membatasi pengguna yang menginginkan akses lebih besar terhadap sistem dan yang mengembangkan aplikasinya menggunakan Jurnal Teknik Informatika/Volume01/No. xx/[Bulan] [Tahun] 9 bahasa-bahasa pemrograman lain, seperti Java, bahasa-bahasa pemrograman dalam keluarga .NET, PHP, dan sebagainya. Dari sudutpandang implementasi sistem basis data, aplikasi-aplikasi Google App Engine tidak memungkinkan pengguna untuk terlalu banyak melakukan kendali atas sistem basis data (sebagian besar kendali atas basis data non-relasional yang digunakan Google App Engine ditangani langsung bukan oleh pengguna melainkan oleh sistem), sementara pada Amazon Web Service, kita lebih mampu mengendalikan sistem basis data apa yang akan pengguna gunakan serta bagaimana caranya menanganinya (dalam hal terakhir ini, jika kita mau, kita bisa menggunakan SimpleDB yang lebih memungkinkan pengguna untuk mengendalikan sistem).
KESIMPULAN
 Sudah kita lihat di atas bahwa komputasi awan (cloud computing) merupakan sarana pengembangan aplikasi yang sangat penting di masa yang akan datang, karena menggunakan komputasi awan ini pengguna tidak perlu lagi memikirkan infrastruktur yang mendasari suatu aplikasi yang biasanya memerlukan investasi dalam bentuk dana yang sangat besar. Selain itu, dari sudutpandang pengguna, komputasi awan memungkinkan pengguna mengembangkan aplikasi secara terintegrasi mulai dari perancangan sistem, perancangan antarmuka pengguna (user interface), perancangan basis data, pemrograman, dan hal hal-hal yang bersifat teknis lainnya. Selanjutnya, jika kita melihat pembahasan sebelumnya ada beberapa hal yang dapat kita simpulkan berkaitan dengan implementasi Google App Engine (GAE) dan Amazon Web Service (AWS). Kesimpulan yang dibuat secara umum itu adalah sebagai berikut.
 Google App Engine (GAE).
Kelebihan.
1. Aplikasi dapat dengan mudah dan cepat dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan/atau Phyton dan tidak memerlukan usaha pemeliharaan yang ekstra sulit.
2. Biaya penggunaan relatif murah (bahkan gratis untuk aplikasi-aplikasi kecil) dan, jika kuota lebih diinginkan, penambahan kuota dapat dilakukan dengan cara yang sangat masuk akal.
Kekurangan.
1. Aplikasi-aplikasi tertentu, terutama yang memerlukan akses penuh ke sistem yang mendasari, relatif sukar untuk dikembangkan.
2. Sistem yang terkendali penuh tidak memungkinkan pustaka-pustaka (library) dan frameworkframework tertentu digunakan oleh aplikasi-aplikasi GAE.
3. Tidak mendukung penggunaan sistem basis data relasional.
Amazon Web Services (AWS).
Kelebihan.
1. Aplikasi-aplikasi AWS yang ditulis menggunakan bahasa-bahasa pemrograman PHP, Ruby, serta Java, dapat dikembangkan dengan cara yang sangat fleksibel karena pengguna memiliki kendali penuh pada sistem yang mendasari.
2. Struktur pembiayaan sederhana.
3. Bisa menggunakan sistem basis data (relasional maupun non-relasional) apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna.
4. Jika pengguna mau, pengguna bisa saja menggunakan/menambahkan server-server yang berada di luar Amazon Web Service.
Kekurangan.
1. Kurva belajar yang terjal (relatif sulit untuk mempelajari pengembangan aplikasi-aplikasi di atas Amazon Web Service dibandingkan di atas Google App Engine).
2. Memerlukan waktu yang relatif lebih lama untuk mengembangkan aplikasi (bahkan untuk aplikasi-aplikasi yang relatif sederhana).
Pemilihan organisasi/perusahaan saat akan menggunakan Google App Engine (GAE) atau Amazon Web Service (AWS) sebagai strategi perusahaan untuk mengimplementasikan aplikasi komputasi awannya pada dasarnya sangat bersifat kasuistik. Pemilihan bisa dilakukan berdasarkan sumberdaya manusia yang dimiliki organisasi/perusahaan (terutama ketrampilan teknis para pemrogram komputer yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan) serta jenis aplikasi seperti apa yang akan dikembangkan (apakah menuntut kendali penuh pada sistem yang mendasari atau tidak). Pertimbangan lainnya juga bisa digunakan, yaitu dana investasi. Secara umum, investasi dana yang diperlukan relatif berimbang, tetapi untuk aplikasi-aplikasi yang berukuran relatif kecil, kelihatannya penggunaan Google App Engine lebih ekonomis. Untuk aplikasi-aplikasi komputasi awan yang sangat besar dan kompleks, kelihatannya penggunaan Amazon Web Service lebih direkomendasikan karena aplikasi-aplikasi bisa dikembangkan dengan akses penuh ke sistem yang mendasari.

DAFTAR PUSTAKA
Ahuja, Sanjay, Jee-Lon Yang, 2010. Performance Evaluation of Java Web Service : A Developer’s Perspective. Communications and Networks, 2010, 2, 200-206.www.SciRP.org/journal/cn.
. Azeez, Afkham. Autoscaling Web Services on Amazon EC2. Department of Computer and Engineering-University of Moratuwa-Srilanka.
. Babcock, Charles, 2010. Management Strategies for the Cloud Revolutions : How Cloud Computing Is Transforming Businesses and Why You Can’t Afford to Be Left Behind. McGraw-Hill Companies, New York-USA.
. Bar, Jeff, 2010. Host Your Web Site in the Cloud : Amazon Web Service Makes Easy. Amazon Web Service-Site Point Pty Ltd., Seattle-USA. www.sitepoint.com.
. Blokdijk, Gerrard, 2008. SaaS Success Secrets. www.ebooke.org.
. Chappell, David, 2008. Introducing The Azure Services Platform : An Early Look at Windows Azure, .NET Services, SQL Services, and Live Services. Microsoft Corp. and David Chappell Associates, San Fransisco-California-USA. www.davidchappell.com.
Ciurrana, Eugene. Developing with Google Apps Engine. Apress. www.apress.com.
Habeb, Mocky, 2011. A Developer’s Guide to Amazon SimpleDB. Addison Wesley-Pearson Education, Boston-USA.
Hansen, Mark D., 2007. SOA Using Java Web Services. Pearson Education, Inc., Upper-Saddle River-New York.
Hinchcliffe, Dion. Comparing Amazon’s and Google’s Platform as Service (PaaS). www.zdnet.com.
Kereki, Frederico, 2010. Building for the Web with Google Web Toolkit 2. Addison-Wesley Inc.- Pearson Education, Boston-USA.
Lim, Billy, Sri Ram Ajjarapu, Khrisna Kumala, 2004. Interfacing with Amazon Web Services Using Java and .NET : A Comparative Study. Journal of Internet Commerce Vol 3(4) 2004. The Haworth Press, Inc., www.haworthpress.com.
 Malaher, Tom, 2009. Cloud Computing and Amazon Web Services. CJUG
Nugroho, Adi, 2011. Implementasi Java Web Service Menggunakan “Big” Web Service dan REST (REpresentational State Transfer). Dipresentasikan di KNSI (Konferensi Nasional Sistem Informasi), STMIK Potensi Utama, Medan.
Nugroho, Adi, 2010. Peran Teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing) Dalam Pemeliharaan dan Pemulihan Data Kependudukan Pasca Bencana. Dipresentasikan di SNASTI (Seminar Nasional Teknologi Informasi) di STIKOM Surabaya.
Nakhimovsky, Alexander, Tom Myers, 2004. Google, Amazon, and Beyond : Creating and Consuming Web Service. Springer-Verlag, GmBH, Heidelberg, Germany.
Rees, George, 2009. Cloud Application Architectures. O’Reilly Media Inc., Sebastopol-USA.
Roche, Kyle, Jeff Douglas, 2009. Beginning Java Google Apps Engine. Springer-Verlag, USA.
Teknik pengembangan klien Java untuk Amazon EC2. http://java.sun.com/ developer/technicalArticles/WebServices/amazonws/.
Valdes, Ray, 2008. Google Goes Up Againts Amazon Web Services. Gartner Inc., Stamford-USA.
Varia, Jinesh, 2010. Architecting for the Cloud : Best Practises. Amazon Web Service, Seattle-USA.
Van Fliet, Flavia Paganilli, 2011. Programming Amazon EC2. O’Relly Media, Inc., Sebastopol-USA.

Selasa, 29 Oktober 2019

Study Kasus Perusahaan yang bergerak dibidang TIK (SOFTSKILL)

Study Kasus Perusahaan yang bergerak dibidang TIK

Apple Computer (sekarang dikenal sebagai Apple, Inc.) adalah kekuatan utama dalam revolusi Personal Computer (PC) yang berlangsung di tahun 1970-an dan’80s. Dan bahkan revolusi itu terus menerus berlangsung hingga kini berkat inovasi yang terus-menerus dilakukan oleh pihak pengembang Apple. Namun ternyata dibalik kesuksesan Apple sekarang, Apple juga pernah mengalami kebangkrutan, atau hal hal lain sepanjang karir gemilang Apple Inc.

Menarik untuk diteliti lebih lanjut, bahwa memang peran Apple Inc. dikancah industri computer dan gadget terutama disebabkan oleh seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam perusahaan Apple itu sendiri yaitu Steve Jobs yang ingin menunjukkan eksistensi teknologi Apple dimata dunia.  Apa motivasi dirinya serta bagaimana dia memotivasi seluruh pegawainya untuk mengembangkan produk Apple hingga saat ini sangat menarik untuk dipelajari.

Apple Inc. 

Pada tahun 1976, ketika bekerja pada perusahaan komputer temannya yang memproduksi Video TeleType Terminal (VTT), Steve Wozniak sahabat karib Steve Jobs mulai menggabungkan desain VTT dengan desain komputer yang sudah dia buat sebelumnya, terutama dengan menggantikan panel layar lampu kedip dengan layar video.

Kemudian dia mencoba untuk memperlihatkan desain barunya itu kepada perusahaan Hewlett-Packard (HP), tapi saat itu pihak HP mengira itu barang rongsokan yang tidak ada gunanya, dan bahkan saat itu Wozniak terus-terusan diejek. Disaat Wozniak merasa tidak berguna, Steve Jobs mencoba untuk menghibur dan meyakinkan Wozniak bahwa mereka berdua bisa saja membuat perusahaan komputer sendiri untuk mengembangkan desain Wozniak itu. Akhirnya mereka sepakat untuk membuat perusahaan sendiri, dan Steve Jobs mengusulkan untuk memberi nama komputer pertamanya dengan sebutan Apple.

Pada bulan Agustus 1976, Wozniak melihat sebuah pameran layar berwarna yang saat itu disebut the Dazzler, dan saat itu Wozniak sangat terobsesi untuk menyempurnakan komputer Apple dengan menambahkan layar berwarna. Pada saat yang sama, dia juga ingin menyederhanakan arsitektur memori komputer Apple menjadi lebih sederhana namun tidak mengurangi performa, dan hal ini menandai pertama kali dibuatnya prosesor yang memorinya dibagi (share) dengan memori video.

Komputer Apple yang pertama resmi dibuat dan dirakit di garasi di rumah orang tua Steve Jobs. Steve Jobs mentargetkan menjual komputernya itu untuk para penggemar komputer yang sudah ada. Programnya dioperasikan dengan menggunakan pita kaset biasa. Pada saat itu sudah ada software utuk pemrograman, yaitu BASIC, tetapi ketika dicoba dijalankan pada komputer Apple tetapi gagal, kemudian Wozniak membuat software pemrograman sendiri. Pada saat pertama kali menjual komputer Apple, mereka menggunakan slogan "Byte into Apple" bisa mempunyai dua arti, pertama yaitu "Makanlah Buah Apel, tetapi arti lainnya adalah "Silahkan Coba Komputer Apple". Tetapi bisnis tidak langsung berjalan lancar. Para penggemar komputer saat itu lebih tertarik kepada produk "the Altair" dan merk-merk yang lainnya.

Pada tahun 1976, Steve Jobs memutuskan untuk melebarkan sayap perusahaan, lalu dia mengontak beberapa pengusaha lokal. Setelah beberapa lama akhirnya dia berhasil memikat seorang pengusaha bernama Armas Clifford Markkula yang bersedia memberikan pinjaman uang dari bank sebesar $ 250.000 untuk memenuhi angan-angan Steve Jobs dan Stephan Wozniak membuat perusahaan komputer yang lebih besar dan akan memproduksi Apple II. Sejak saat itulah pertama kali Perusahaan Apple Inc. resmi berdiri, tepatnya tanggal 3 Januari 1977.

Perusahaan baru yang dibentuk Jobs dan Wozniak kemudian pindah dari garasi rumah Jobs ke markas barunya di Cupertino, dan mulailah tantangan untuk menjalankan perusahaan dengan sebaik-baiknya. Mereka harus memikirkan untuk mencari peluang untuk menjual komputer personal kepada para pengguna komputer yang sudah lebih dulu menggunakan komputer merk lain. Akhirnya mereka mulai dengan strategi mempermudah cara kerja komputer menjadi semudah mungkin dan mengotomatisasikan aplikasi-aplikasi yang selama ini dilakukan secara manual.

Jobs memprakarsai penggunaan bahan plastik sebagai bahan utama cangkang komputer (casing) dan langsung digunakan pada peluncuran pertama komputer Aplle II, karena dia mempercayai bahwa penampilan juga bisa menarik hati para pengguna. Pada tahun 1978, Apple memperkenalkan komputer Apple II+, yang merupakan komputer pertama yang mempunyai dan menggunakan Floppy Disk.

Pada tahun 1981, Jobs mempunyai ide gila untuk membuat komputer Apple yang mempunyai ukuran tidak lebih dari sebuah buku, dan akhirnya komputer itu dinamakan Apple IIb. Tapi prodak Apple IIb dia batalkan karena dikhawatirkan penjualannya akan mempengaruhi penjualan Macintosh. Tetapi tidak lama dari saat itu muncul komputer Toshiba Portable, kemudian Jobs tidak kalah cerdik dengan membuat komputer portable yang sudah dilengkapi dengan diskdrive.

Disaat-saat puncak kejayaan Apple Inc, terdengar kabar bahwa manajemen perusahaan mengalami masalah yang dikarenakan oleh egoisme dan antagonisme Steve Jobs yang saat itu merasa bahwa dia telah merajai dunia. Pihak perusahaan akhirnya memutuskan untuk menyewa kepala perusahaan baru untuk menghandel manajemen, dan dipilihlah John Sculley, mantan eksekutif perusahaan Pepsi.

Setelah menghadapi terpaan badai selama bertahun-tahun, kini Apple Inc. sedang menikmati hasilnya. Steve Jobs boleh berlega hati karena masih dapat menyelamatkan perusahaannya yang dulu nyaris hancur karena kurang bisa mengendalikan diri. Sejarah Apple Inc. telah diwarnai dengan berbagai penemuan-penemuan yang jenius yang dibarengi dengan strategi pemasaran yang kurang bagus, berbeda dengan perusahaan Microsoft yang mempunya desain yang kurang bagus tetapi memiliki strategi pemasaran yang cemerlang. Saat ini Apple Inc. kurang bisa menguasai pasar karena mereka masih kurang mampu untuk merespon kebutuhan pasar.

Apple pernah mengalami masa-masa hampir bangkrut. Kala itu di tahun 1990-an, produk Apple gagal di pasaran dan harga sahamnya anjlok drastis. Mereka kalah telak dari pesaing beratnya, Microsoft. Produk Apple seperti PDA Newton tidak menarik perhatian pasar. CEO Gil Amelio pun didepak Apple setelah posisi keuangan yang terus merugi. Pada Juli 1997, Steve Jobs kembali ditunjuk sebagai CEO Apple.

Kembalinya sang pendiri Apple pada akhirnya tidak saja menyelamatkan Apple, namun membuat perusahaan tersebut menjadi salah satu yang paling bernilai di dunia saat ini. Tugas berat sudah menanti Jobs kala ia kembali memimpin Apple pada Juli 1997. Salah satu keputusan awalnya adalah menghentikan proyek gadget Newton yang merugikan perusahaan sekitar USD 100 juta, meski sejatinya Newton adalah gadget canggih pada zaman itu.

Jobs kemudian mendekati Microsoft, perusahaan yang sejatinya adalah musuh besar Apple. Pada perhelatan Macworld Expo 1997, Steve Jobs tampil bersama Bill Gates untuk mengumumkan kontrak 5 tahun. Sesuai kontrak tersebut, Microsoft akan merilis update baru Microsoft Office di Mac dan akan berinvestasi pada Apple. Steve Jobs terus berjuang, ia tahu bahwa Apple membutuhkan produk yang bagus untuk mengubah peruntungannya. Tahun 1998, produk komputer bernama iMac pun diperkenalkan Apple. Produk ini punya desain unik hasil rancangan Jonathan Ive yang saat ini menjadi kepala desain Apple. iMac ternyata sukses besar dan terjual 800 ribu unit dalam lima bulan pemasarannya. Pada tahun itu, Apple juga mengakuisisi produk Macromedia Final Cut. Dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak 1995, Apple kembali untung. Mereka membukukan keuntungan USD 309 juta, kuncinya adalah keputusan Jobs untuk mendesain ulang produk Apple sehingga seksi dan menarik di mata konsumen. "Tahukah Anda apa yang salah dari perusahaan ini? Produk-produknya jelek, tidak ada unsur seksinya," kata Jobs dalam sebuah meeting internal.

Apple terus melanjutkan performa bagusnya di bawah komando Steve Jobs. Pada tahun 1999, performa bisnis Apple membukukan catatan lebih baik dari sebelumnya. Penjualan produk Apple tumbuh 3,2% dan keuntungannya sebesar USD 601 juta atau meningkat 94% ketimbang tahun sebelumnya. Harga saham Apple pun melonjak menjadi USD 99. Di tahun ini, Apple berekspansi dengan tidak hanya sekadar menjual produk komputer. Mereka merilis juga software Final Cut Pro. Apple mengumumkan strategi baru di MacWorld Expo 2000. Mereka mengungkap kehadiran iTools, aplikasi internet untuk Mac dan juga Eartlink sebagai ISP yang mereka rekomendasikan.

Berkat kesuksesan Apple kembali ke jalur sukses, Steve Jobs akhirnya ditunjuk sebagai CEO permanen. Sayangnya di tahun ini, Jobs memperkenalkan produk bernama G4 Cube yang berujung pada kegagalan di pasar. "The Cube adalah jawaban Apple untuk mereka yang menginginkan iMac tanpa monitor, juga sebagai tantangan bagi industri komputer untuk meminimalisir ukuran komputer dan meningkatkan daya tarik fisiknya. The Cube adalah perjudian terbesar Jobs semenjak pelucuran iMac. Produk ini akhirnya gagal," demikian tertulis dalam Apple History. Kegagalan G4 cube membuat Apple tidak banyak membukukan untung tahun itu. Apple pun terpaksa memangkas harga PowerMac untuk memperbaiki keuangannya.

Pada tanggal 15 Mei 2001, Steve Jobs memperkenalkan toko retail Apple Store pertama yang kemudian dikunjungi jutaan orang. Beberapa bulan kemudian, Jobs memperkenalkan produk yang kemudian menjadi hits besar, iPod. Pada tahun itu, diperkenalkan pula iTunes untuk mendownload lagu yang kemudian mengubah industri musik. iTunes tidak hanya menguntungkan bagi Apple, namun juga para label musik dan berkontribusi memerangi pembajakan. "Layanan berlangganan musik saat ini akan gagal. Orang tidak ingin membeli musik seperti itu. Mereka ingin membeli musik download. Orang-orang ingin memiliki musiknya sendiri. Anda tidak ingin menyewa musik dan suatu hari ketika Anda berhenti membayar, musik Anda hilang," ucap Jobs ketika itu. Pada tahun ini, Steve Jobs tampil di sampul depan majalah bergengsi Time. Majalah ini meliput kehadiran produk iMac yang berdesain unik, di mana monitornya bisa digerakkan. Tahun ini pula, Apple juga merilis server bernama Xserve 1U. Ini adalah upaya pertama Apple untuk masuk ke pasar enterprise dengan harga barang yang lebih terjangkau.

Namun demikian pada tahun itu bisnis Apple tidak begitu bagus karena situasi ekonomi yang kurang baik dan melemahnya penjualan PowerBooks serta PowerMac. Mereka sempat mengumumkan kerugian sebesar USD 45 juta. PowerBook generasi pertama diluncurkan pada tahun 2003. Perangkat ini adalah komputer pertama Apple yang menggunakan bahan eksterior dari alumunium. Tahun ini, generasi ketiga iPod diperkenalkan dengan konektor dock di bagian bawah. Pada hari yang sama perkenalan iPod, produk iLife dan iTunes Music Store juga diumumkan. iTunes Music Store sukses secara instan dan menjual satu juta musik di minggu pertamanya saja. Di tahun tersebut, Apple juga membuka toko pertamanya di Jepang.

Pada tahun-tahun berikutnya, sepak terjang Steve Jobs dan Apple tidak terbendung. Tahun 2004, iTunes memimpin 70% pasar musik download legal. Lebih dari 100 juta lagu telah didownload sampai Juli 2004. Apple merilis juga iPod Mini yang menjadi hits. Pada tahun 2005, kisah sukses mereka pun berlanjut dengan kehadiran iPod Shuffle serta Mac Mini. Penjualan iPod pun meledak di kisaran 30 juta unit. Kemudian pada tahun 2006, market cap Apple sudah berhasil melampau Dell. Dan pada tahun 2007, hadirlah produk ikonik Apple, iPhone. iPhone berhasil merevolusi industri ponsel dengan kehadiran toko aplikasi pendukung App Store. Sampai sekarang, iPhone masih tetap dipuja dan ditunggu kehadirannya oleh para fans Apple. Tidak berhenti sampai di situ, Apple mempopulerkan pula tablet PC dengan kehadiran iPad pada tahun 2010. Banyak pihak semula pesimistis produk ini akan sukses. Nyatanya sampai sekarang, belum ada yang bisa menggoyahkan kepemimpinan iPad di pasar tablet.


Steve Jobs - The Man Behind The Scene

Steven Paul Jobs lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955 adalah pemimpin perusahaan Apple Computer bersama Steve Wozniak dan tokoh utama di industri komputer. Sebagai pendiri (dengan Steve Wozniak) Apple Computer di tahun 1976, ia mempopulerkan konsep komputer di rumah tangga dengan Apple II. Kemudian, ia merupakan salah satu orang yang pertama kali menyadari potensi untuk mengomersialkan antarmuka pengguna grafis (graphical user interface) dan mouse yang dikembangkan di Palo Alto Research Center perusahaan Xerox, dan kemudian teknologi ini diterapkannya ke dalam Apple Macintosh.

Jobs juga memimpin Pixar Animation Studios, sebuah perusahaan komputer animasi terkemuka di dunia layar lebar. telah menjadi multi-jutawan sebelum berumur 30 tahun. Dimulai dengan perusahaan NeXT untuk membuat sistem pendidikan dengan harga yang terjangkau, menemukan bahwa menjual software lebih baik dari pada menjual hardware.

Dilahirkan di San Fransisco oleh ibunya Joanne Simpson dan ayahnya Abdulfattah Jandali mahasiswa tamu dari Syria yang kemudian menjadi profesor ilmu politik. Sejak bayi beliau diadopsi Paul dan Clara Jobs dari Mountain View,Santa Clara County California. Orang tua angkat inilah yang memberikan nama Steven Jobs. Orang tua biologisnya kelak menikah dan memberinya adik perempuan bernama Mona Simpson yang kini terkenal sebagai novelis.

Beliau melewati masa SMP dan SMU di Curpetino, Califonia, seringkali setelah jam sekolah mengajar di Hewlett Packard Company di Palo Alto, California. Maka tak heran segera setelah itu ia dan Steve Wozniak segera menjadi pekerja paruh waktu di perusahaan ini. Di tahun 1972, Jobs lulus dari SMA Homestead di Cupertino, California dan diterima di Reed College di Portland, Oregon, tapi dikeluarkan/ drop out setelah satu semester. Tapi ia segera mendaftar ke Reed College, salah satu hal yang dipelajari di sini kaligrafi. "Jika saya tak pernah dikeluarkan dari tempat belajar hanya satu semester mungkin Mac saat ini tak akan memiliki multiple typefaces atau font-font yang proposional," katanya.

Di musim gugur tahun 1974, Jobs kembali ke California dan mulai menghadiri pertemuan "Homebrew Computer Club" dengan Steve Wozniak. Dia dan Wozniak bersama bekerja di Atari Inc., sebuah perusahaan pembuat permainan komputer yang terkenal, dengan jabatan sebagai perancang permainannya. Motivasinya saat itu adalah mengumpulkan uang untuk melakukan perjalanan spiritual ke India.

Jobs kemudian melakukan perjalanan pencerahan spritual ke India bersama temannya di Reed College, Daniel Kottke, yang kemudian hari menjadi pegawai Apple yang pertama. Kembali dari India dia menjadi Buddhist dengan rambut dicukur/gundul dan mengenakan pakaian tradisional India (biksu?). Selama masa ini ia mempraktekkan psychedelics (semacam meditasi, saat itu Jobs sering dianggap aneh, karena berjalan telanjang kaki di atas Salju- ini semacam meditasi kesadaran). Ini adalah dua atau tiga hal yang paling penting dalam hidup yang pernah ia lakukan dalam hidupnya.

Di tahun 1976, Jobs, usia 21, dan Wozniak, 26, mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarga Jobs. Komputer pribadi yang diperkenalkan Jobs and Wozniak diberi name Apple I. Komputer itu dijual dengan harga AS$666.66, sebagai referensi terhadap nomor telpon dari Wozniak's Dial-A-Joke machine, yang berakhir dengan -6666.

Di tahun 1977, Jobs dan Wozniak memperkenalkan Apple II, yang menjadi sukses besar di pasaran rumah tangga dan memberi Apple pengaruh besar di industri komputer pribadi yang masih muda. Di tahun 1980, Apple Computer mencatatkan namanya di bursa efek, dan dengan penawaran saham awal yang sukses, ketenaran Jobs bertambah. Tahun itu juga, Apple Computer melepas Apple III, walaupun kesuksesannya tidak sebaik sebelumnya.

Seiring dengan berkembangnya Apple Computer, perusahaan itu mulai mencari kepemimpinan baru untuk membantu mengatur perkembangan perusahaan tersebut. Di tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley, dari perusahaan Pepsi-Cola, untuk memimpin Apple Computer, dengan tantangan, "Apakah kamu mau menjual minuman berkarbon seumur hidupmu, atau maukah kamu mengubah dunia?". Tahun itu juga, Apple juga mengeluarkan Apple Lisa yang teknologinya tergolong sangat maju pada saat itu tapi gagal meraih pembeli di pangsa pasar.

Tahun 1984 menjadi tahun pengenalan Macintosh, komputer pertama yang berhasil dijual ke pasaran dengan menghadirkan fitur antarmuka pengguna grafis. Pengembangan Mac dicetuskan oleh Jef Raskin dan tim tersebut menggunakan teknologi yang sudah dikembangkan bukan oleh Apple, seperti di Xerox's PARC, tetapi belum sempat dikomersialkan. Kesuksesan Macintosh membuat Apple menelantarkan Apple II demi mengembangkan produksi Mac, yang bertahan sampai saat ini.

Walaupun Jobs sangat persuasif dan karismatik bagi Apple, Banyak yang menganggap dia sebagai pemimpin yang gampang berubah pikiran dan beremosi tinggi. Di tahun 1985, setelah banyak menyebabkan masalah kepemimpinan di dalam Apple, Sculley memberhentikan Jobs dari jabatannya dan mengusirnya dari Apple.

Setelah keluar dari Apple, Jobs mendirikan sebuah perusahaan komputer lagi, NeXT Computer yang seperti Lisa, NeXT tergolong sangat maju dalam hal teknologi, tetapi tidak pernah menjadi terkenal, kecuali di lingkup riset sains. (Tim Berners-Lee mengembangkan sistem World Wide Web di CERN dengan menggunakan sebuah NeXT workstation.) Namun NeXT membantu memajukan teknologi-teknologi sepert program object-oriented, PostScript, dan perangkat magneto-optical.

Di tahun 1996, Apple membeli NeXT seharga AS$402 juta, dan membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Di tahun 1997 ia menjadi pemimpin sementara di Apple setelah kepergian Gil Amelio.

Dengan pembelian NeXT, banyak teknologi dari NeXT diterapkan ke dalam produk buatan Apple, terutama NeXTSTEP, yang berkembang menjadi Mac OS X. Dibawah bimbingan Jobs perusahaan tersebut meningkatkan penjualannya setelah memperkenalkan iMac. iMac merupakan komputer pertama yang dijual dengan mengutamakan penampilannya (walaupun iMac juga banyak menggunakan teknologi maju di dalamnya). Sejak saat itu, penampilan yang menarik dan merek yang terkenal telah memberikan keuntungan bagi Apple.

Belakangan ini, Apple mulai mengembangkan sayapnya. Dengan pengenalan iPod alat musik portabel, piranti lunak iTunes, dan iTunes Music Store, perusahaan tersebut melakukan gebrakan di bidang peralatan elektronik pribadi dan musik online. Sambil merangsang inovasi, Jobs juga mengingatkan bawahannya bahwa, "artis tulen membuahkan hasil," (real artists ship) yang maksudnya adalah, menghasilkan karya-karya dengan tepat waktu sama pentingnya dengan inovasi dan produk jitu.

Jobs bekerja di Apple selama beberapa tahun dengan gaji AS$1/tahun. Karenanya dia tercatat di buku Guinness World Records sebagai "pemimpin perusahaan dengan gaji terendah" (Lowest Paid Chief Executive Officer). Setelah Apple mulai meraih laba penjualan kembali, perusahaan tersebut melepaskan gelarnya sebagai pemimpin sementara. Saat ini penghasilannya di Apple adalah AS$219 juta, menurut sebuah artikel yang ditulis di situs Bloomberg di tahun 2003.

Jobs sangat dikagumi karena keahliannya untuk meyakinkan orang dan menjadi salesman unggul, yang sering dijuluki reality distortion field dan hal ini tampak nyata saat ia memberikan keynote speeches di Apple expos. Namun, kegigihannya juga pernah mengundang sial. Kekerasan kepalanya mungkin telah menyebabkan Apple kehilangan kesempatan emas untuk menjadi pemimpin di bidang komputer pribadi. Keenganannya untuk membiarkan perusahaan lain membuat komputer yang kompatible dengan Macintosh mengakibatkan Apple harus menelan kekalahan dalam merebut pengguna komputer yang ada. Perusahaan piranti keras dan lunak akhirnya memutuskan untuk mengadopsi platform IBM PC yang menggunakan sistem operasi buatan Microsoft. Microsoft kemudian juga mengejar ketinggalannya dari Apple dengan mengembangkan antarmuka pengguna grafis buatan mereka sendiri, Microsoft Windows.

Di tahun 1986 Jobs mendirikan (bersama Edwin Catmull) Pixar, sebuah studio animasi komputer di Emeryville, California. Perusahaan itu didirikan dari apa yang dahulunya divisi grafik komputer milik Lucasfilm, yang Jobs beli dari pendirinya, George Lucas, sebesar AS$10 juta. Satu dekade kemudian, Pixar berkembang menjadi terkenal dan berhasil dengan film terobosannya Toy Story. Sejak saat itu Pixar sudah membuahkan film-film yang memenangkan Academy Award yaitu Finding Nemo dan The Incredibles. Karena kepemimpinannya di Pixar dan juga kemapanannya di Apple, Jobs dianggap oleh banyak pengamat industri hiburan salah satu calon pengganti Michael Eisner sebagai pemimpin dari The Walt Disney Company, yang mendistribusikan dan mendanai film-film buatan Pixar.

Pada tanggal 25 agustus 2011, Pendiri sekaligus presiden (CEO) Apple Inc,, Steven Paul Jobs akhirnya resmi memutuskan untuk mengundurkan diri. Tetapi dirinya masih dikenang oleh masyarakat dunia karena karya - karyanya. Mulai tahun 1976 ia mengeluarkan Apples l. Karya - karyanya terus berkembang sampai terakhir tahun 2010 ia mengeluarkan iPad yang sempat menghebohkan dunia.

Steve Jobs meninggal pada usia 56 tahun. Setelah bergulat dengan kanker pangkreas yang telah mengerogoti tubuhnya selama beberapa tahun terakhir. Berita “Steve Jobs meninggal” ini diumumkan oleh pimpinan Apple pada rabu malam 5 Oktober 2011. Ikon Lembah Silikon ini dikenang atas jasanya menghibur dunia dengan iPod iPhone dan yang terakhir adalah iPad. Agustus lalu, dia baru saja menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook. Steve Jobs sendiri dikenal sebagai legenda di Apple bahkan bisa dibilang maestro teknologi yang paling inovatif abad ini.

Motivasi Sosial

Seseorang dalam hidupnya pasti memiliki motivasi sosial.  Motivasi itu berkaitan dengan kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan kekuasaan dan kebutuhan berafiliasi (McClelland).  Namun demikian, tentunya ada salah satu dari motivasi tersebut yang bisa dominan dan mempengaruhi jalan pemikiran seseorang. Dalam kasus Apple dan Steve Jobs penggagas berdirinya perusahaan tersebut, memiliki tiga kriteria yang ada dalam teori McClelland. Motivasi yang paling dominan dalam diri Steve Jobs adalah motif berprestasi, disamping dua motif yang lain yang juga ada dalam diri Steve Jobs.

Steve Jobs memiliki filosofi yang kuat untuk mengmbangkan kemampuan dirinya diatas orang lain, prinsip yang dipegang olehnya yang menunjukan motif N-Ach yang kuiat antara lain adalah:

  • Tidak berpuas diri, terus mencari inovasi baru, karena pesaing mungkin akan mengikuti langkah yang dia tempuh.
  • Percaya pada kemampuan dan kompetensi rekan dan karyawannya, sehingga Apple merekrut karyawan yang memiliki kompetensi tinggi.
  • Berani bereksperimen dengan teknik-teknik baru, untuk menghasilkan produk yang lebih baik.

Disamping dominansi N-ach, seorang Steve Jobs juga memiliki N-Aff yang bisa dilihat dari beberapa hal ini:
  • Mencari inovasi-inovasi baru, terlihat dari bagaimana ia membuat penemuan-penemuan dan teknologi modern untuk produk yang dipasarkannya.
  • Berani mempertaruhkan asetnya demi menghasilkan terobosan baru.
  • Percaya pada kreatifitas team-nya.

Motif merupakan suatu pengertian yang mencukupi semua penggerak, alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Menurut McClelland ada tiga jenis pendorong dalam motivasi yaitu kebutuhan untuk berprestasi (Need of Achievement), kebutuhan untuk berkuasa (Need of Power), dan kebutuhan afliasi (Need of Affiliation).
Steve Jobs seorang CEO perusahaan raksasa Apple Inc. membuktikan teori yang dikembangkan oleh McClelland tenteng motivasi tersebut. Keinginan yang kuat untuk berprestasi dan dihargai oleh orang lain, telah mendorong seluruh kemampuannya untuk membangun sebuah perusahaan yang sangat dipandang diseluruh dunia.

N-Ach yang sangat dominan telah membawa perusahaan Apple Inc. kedalam tatanan pasar teknologi modern yang sangat maju. Akan tetapi sejarah Apple Inc. yang telah diwarnai dengan berbagai penemuan-penemuan yang jenius kurang dibarengi dengan strategi pemasaran yang bagus, berbeda dengan perusahaan Microsoft yang mempunya desain yang kurang bagus tetapi memiliki strategi pemasaran yang cemerlang.

Perkembangan Bisnis pada Bidang TIK di Indonesia (SOFTSKILL)

Perkembangan Bisnis pada Bidang TIK di Indonesia


Dengan berkembangnya teknologi, manusia akan sangat mudah mendapatkan suatu informasi khususnya kemajuan teknologi internet. Dengan adanya internet, seseorang akan lebih mudah mendapatkan suatu informasi, mempercepat aktifitas, dan memberi ruang untuk seseorang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semenjak munculnya internet, tidak dipungkiri lagi bahwa keseharian manusia tidak lepas dari pengaruh internet. Aktifitas yang dilakukan manusia pada jaman yang sudah modern ini tidak lepas dari pengaruh internet karna fungsinya sbg alat pembantu kesulitan manusia dalam pekerjaan, internet juga dapat membantu manusia dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan praktis, serta memberikan hiburan tersendiri bagi si pemakainya.

Dijaman yang semakin canggih ini, teknologi internet juga menciptakan inovasi-inovasi yang cantik seperti munculnya aplikasi sosial media yang mempunyai fungsi sebagai alat untuk seseorang dapat berkomunikasi dengan mudah serta membuat seseorang mempunyai relasi dengan orang lain yang semakin luas.

Pemanfaatan internet semakin terlihat ketika banyak pemakai internet yang memanfaatkannya sebagai peluang bisnis, sebagai wadah seseorang mencari banyak teman diluar ruang lingkup lingkugannya sendiri dan sebagai tempat untuk seseorang dapat bertukar pikiran dalam berbagai hal. Pemanfaatan internet bisa dilihat dari  ramainya tempat warnet.

Perkembangan internet sosial media juga dapat dilihat dari munculnya banyak aplikasi sosial media yang secara luas mempunyai kesamaan fungsi. Seseorang bisa dapat langsung berkomunikasi dengan yang lainnya dengan munculnya sosial media dalam lingkungan masyarakat. Munculnya sosial media bisa dilihat dari pemakaian alat komunikasi handphone yang didalamnya terdapat berbagai aplikasi seperti path, instagram, twitter, facebook, line, BBM, whatsapp, dan aplikasi-aplikasi lainnya

Munculnya sosial media mempunyai peran penting bagi kehidupan berkomunikasi antar sesama manusia. Contohnya jika seseorang menggunakan sosial media sebagai sarana peluang bisnis. kenapa banyak pebisnis memakai sosial media sebagai peluang bisnis daripada membuka toko? Jawabannya adalah dilihat dari faktor pribadi, untuk seseorang yang ingin berbisnis tanpa menggunakan modal usaha, sosial media adalah transportasi terbaik untuk menjemput para konsumen. Pembisnis tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar pegawai dan keuntungan yang diperoleh dapat langsung dipakai tanpa harus membaginya dengan karyawan yang lain. Bagi pembisnis yang tidak menyukai suasana kantor dan tidak ingin terburu-buru dengan waktu, sosial media juga menyediakan pekerjaan yang fleksibel.

Sosial media yang sering digunakan oleh pembisnis saat ini adalah instagram. instagram adalah media sosial yang mempunyai cara kerja yaitu berbagi, dan mengambil foto serta menerapkan filter-filter digital untuk memperindah hasil foto. Instagram cocok untuk mewujudkan keinginan usaha pengguna karna instagram menggunakan fitur penguplotan foto yang dimana instagramer lebih tertarik dengan tampilan visual yang berupa gambar sehingga semakin bertambahnya pengguna instagram, semakin banyak juga pengguna lain yang memanfaatkan instagram sebagai kepentingan bisnis.
Bisnis online di instagram mempunyai banyak keuntungan. Keuntungan yang didapat dalam penggunaan instagram adalah :


  1. Tidak menggunakan modal usaha
  2. Instagram menggunakan fitur gambar
  3. Penjual dapat langsung akrab dengan pembeli tanpa harus bertatap muka serta dengan banyaknya follower,penjual akan dengan cepat mendapatkan pelanggan tetap.
  4. Proses transaksi yang cepat dan mudah. Hal itu terjadi karna pembeli hanya harus membayar melalui No Rekening yang sudah dicantumkan penjual lewat status yang ada di profile instagram.
  5. Instagram sebagai alat penyampai pesan bahwa barang-barang yang di uploadadalah barang-barang import/berkualitas
  6. Akun istagram mudah dicari
  7. Jangkauan produk yang luas
  8. Tidak memerlukan pegawai
  9. Tidak mengeluarkan biaya iklan
  10. Fleksibel
  11. Tidak terlalu menguras tenaga
  12. Barang yang tidak laku dapat dipasarkan kembali dan mudah menemukan konsumen yang tertarik dengan barang tersebut
  13. Konsumen mudah diatur
  14. Keuntungan yang lebih besar

Jika dilihat keuntungan membuat akun instagram dalam berbisnis dan terpenuhinya keinginan pembeli dalam membuat akun instagram, jika dikaitkan dengan Teori Use and Gratification Teoryadalah penjual dan  pembeli menggunakan sosial media sebagai cara untuk memenuhi kebutuhannya. Use sebagai pengguna dalam mendapatkan kepuasan dan gratification sebagai kebutuhan. Instagramer membuat akun karna merasa kebutuhannya terjawab setelah membeli barang-barang yang dijual oleh para penjual di instagram. Selain itu sosial media instagram menjadi kebutuhan penjual karna dengan instgram, hasil penjualan dapat tercapai sesuai kepuasan atau harapan si penjual. Penggunaan media sosial sangat berperan aktif karna media sosial menjadi proses komunikasi antara penjual dan pembeli guna memenuhi kebutuhan masing-masing.

Bisnis.com, JAKARTA--Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) H.E. Houlin Zhao menyebut, Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat.

“Saya sangat bangga melihat pertumbuhan Indonesia yang sangat luar biasa, tumbuh dengan pesat menjadi negara nomor 2 di wilayah Asean. Negara ini memiliki tujuan dan visi yang jelas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, pemerintah Indonesia memiliki strategi yang tepat dalam menghadapi permasalahan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satunya melalui Proyek Palapa Ring dan satelit.

H.E. Houlin Zhao juga turut menyanjung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Menurutnya, saat ini banyak pelaku UMKM yang telah mengadopsi teknologi untuk pengembangan bisnis.

“Saat ini Indonesia punya banyak sekali UMKM. Anda bisa temukan pengusaha muda di mana-mana. Sangat dinamis, hi-tech. UMKM punya teknologinya, mereka paham akan pasarnya, sehingga mereka mampu untuk mengembangkan aplikasinya sendiri,” tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menuturkan, isu menghubungkan masyarakat dunia masih menjadi isu utama di bidang telekomunikasi, yang turut dibahas pada Sesi Ekonomi Digital pada World Economic Forum 2018 di Davos-Klosters, Swiss, 23 Januari 2018.

“Isu di Davos minggu lalu ketika kami berdua hadir, bagaimana kita menghubungkan 3 juta lebih orang di dunia ini yang belum terkoneksi. Ini masih menjadi isu utama, how can we connect the unconnected people,” jelasnya.

Senada dengan H.E. Houlin Zhou, Menteri Rudiantara turut menekankan proyek Palapa Ring sebagai upaya menghubungkan masyarakat Indonesia.

“Indonesia memiliki program dan regulasi yang sangat jelas, bagaimana menghubungkan masyarakat kami. Proyek Palapa Ring, pada 2019 diharapkan seluruh kota/kabupaten di Indonesia akan mendapat akses broadband connectivity,” tambahnya.